Rabu, 16 Maret 2016

LINGKUNGAN


PENGERTIAN LINGKUNGAN

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro organisme (virus dan bakteri).
Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi

Konsep lingkungan di Indonesia
Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut "lingkungan hidup". Misalnya dalam Undang-Undang no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.A.F.A Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan benda hidup lainnya. sedangkan komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebaiganya.
Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.
Kerusakan lingkungan hidup
 Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik fator alami ataupun karena tangan-tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia, dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut.
Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup.
·         Faktor alami
Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan.
·         Faktor buatan
Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.
Upaya pelestarian
1. Penanaman kembali hutan yang gundul
2. Pencegahan terhadap buang sampah dan limbah di sembarang tempat
3. Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan
4.Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
5. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara dan lingkungan
Kelembagaan
Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan hidup adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (dulu: Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal. Sedangkan di Amerika Serikat adalah EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu, Pada 31 Agustus 2013, presiden Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No 62/2013 membentuk Badan Pengelola REDD+ (Reduksi Emisi dan Deforestasi dan Degradasi Hutan
~

LINGKUNGAN HIDUP 

Banyak perhatian dicurahkan untuk mempertahankan lingkungan alami Air Terjun Haprtoun, Australia, sembari mengizinkan pengunjung untuk menikmatinya.
 
Bachalpsee di Pegunungan Alps Swiss biasanya daerah bergunung-gunung lebih jarang dicemari oleh aktivitas manusia.
Lingkungan hidup, adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik
Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.


Definisi Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.

Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.

Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

Persetujuan Internasional Tentang Lingkungan Hidup

Indonesia termasuk dalam perjanjian: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies yang Terancam, Sampah Berbahaya, Hukum Laut, Larangan Ujicoba Nuklir, Perlindungan Lapisan Ozon, Polusi Kapal, Perkayuan Tropis 83, Perkayuan Tropis 94, Dataran basah, Perubahan Iklim - Protokol Kyoto (UU 17/2004), Perlindungan Kehidupan Laut (1958) dengan UU 19/1961.

Masalah lingkungan hidup di Indonesia

Bahaya alam: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, kebakaran hutan, gunung lumpur, tanah longsor,limbah industri, limbah pariwisata, limbah rumah sakit.

Masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan; polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerah perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan; perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju; pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur; hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara.

Limbah Rumah Sakit

Merupakan hasil dari pemakaian peralatan kesehatan padat dan cair, bahan kimia dan bagian dari tubuh manusia yang tidak dapat digunakan lagi. Unit penghasil limbah di rumahsakit adalah semua unit yang menghasilkan limbah seperti loundri, dapur, unit kamar operasi, laboratorium, unit radiologi, apotek/farmasi, perkantoran, kantin dan lain sebagainya. pengolahan limbah padat dan cair dapat dilakukan dengan cara kimiawi dan cara tradisional, tetapi dalam standarisasinya incenarator.

~

Lingkungan binaan

Lingkungan binaan atau lingkungan terbangun adalah suatu lingkungan yang ditandai dominasi struktur buatan manusia. Sistem lingkungan binaan bergantung pada asupan energi, sumberdaya, dan rekayasa manusia untuk dapat bertahan.
Dalam perencanaan kota, instilah ini memberikan kesimpulan bahwa sebagian besa lingkungan yang dipakai manusia adalah lingkungan buatan, dan lingkungan buatan ini harus diatur agar dapat mempertahankan hidup manusia dengan baik.

~

HEWAN HEWAN LANGKA DI INDONESIA 

Hewan Langka Indonesia ini merupakan sebagian daftar hewan-hewan langka di Indonesia yang saya pilih secara acak. Daftar ini selain memuat nama hewan dalam bahasa Indonesia juga dilengkapi dengan penyebutannya dalam nama latin (nama ilmiah) dan bahasa Inggris serta sedikit penjelasannya.

Sebenarnya dalam dunia konservasi tidak mengenal istilah hewan langka. Status yang pakai adalah ‘hewan terancam punah’ sebagaimana yang biasa digunakan oleh berbagai lembaga konservasi semacam IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) yang rutin mengklasifikasi dan menrilis daftar IUCN Red List of Threatened Species.

Daftar tersebutlah yang kemudian dijadikan acuan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah dalam pengambilan kebijakan terkait konservasi hewan. Indikator keterancaman ini pula yang kemudian sering disamakan dengan tingkat kelangkaan sebuah spesies.  

Daftar Hewan Langka Asli Indonesia 

Memilik status keterancaman yang dikeluarkan oleh IUCN Redlist (2012), terdapat 73 hewan asli Indonesia yang berada dalam status keterancaman tertinggi yaitu status Critically Endangered (Kritis), 170 spesies berstatus Endangered (Terancam) dan 523 spesies berstatus Vulnerable (Rentan). 

73 spesies (dan subspesies) hewan berstatus Critically Endangered yang terancam punah itu tidak bisa dibantah merupakan hewan langka di Indonesia yang semakin hari semakin sulit ditemui.   

Badak Jawa 
Badak Jawa 
  • Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus); Disebut juga sebagai Badak Bercula Satu, Binatang endemik jawa yang hanya bisa dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon (Banten) dengan populasi hanya 35 hingga 45 ekor saja (hasil sensus Badak 2011).   

Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri)
Ilustrasi Kanguru Pohon Wondiwoi
(Dendrolagus mayri)  
  • Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) atau Wondiwoi Tree-kangaroo; Salah satu jenis kanguru pohon asal Papua ini populasinya diperkirakan sekitar 50 ekor saja 
Pesut Mahakam 
  • Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) atau Irrawaddy Dolphin; Merupakan mamalia air tawar yang unik. Di Indonesia hidup di Sungai Mahakam dengan populasi sekitar 70 ekor.
Macan Tutul Jawa atau Leopard 
  • Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) atau Javan Leopard; Disebut juga Macan Kumbang dengan jumlah populasinya diperkirakan di bawah 250 ekor (IUCN 2008)
badak sumatera 
Badak Sumatra   
  • Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) atau Sumatran Rhinoceros; Merupakan badak bercula dua yang populasinya diperkirakan tidak lebih dari 275 ekor. 
      Leucocephalon yuwonoi (kura kura hutan Sulawesi) 
      • Kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi) atau Sulawesi Forest Turtle; Kura-kura endemik sulawesi yang pernah terdaftar sebagai The World’s 25 Most Endangered Tortoises and Freshwater Turtles—2011 dengan populasi kurang dari 250 ekor. 
        Elang Fores 
        • Elang Flores (Nisaetus floris) atau Flores Hawk-Eagle; Burung elang endemik Flores dengan populasi antara 150-300 ekor. 
        Rusa Bawean 
        • Rusa Bawean (Axis kuhlii) atau Bawean Deer; Rusa endemik pulau Bawean, Jawa Timur. Populasinya antara 250–300 animals (Semiadi 2004).  
          Burung Tokhor Sumatra 
          • Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) atau Sumatran Ground Cuckoo; Burung endemik Sumatera dengan populasi sekitar 70-400 ekor.
          Katak Merah 
          • Katak Merah (Leptophryne cruentata) atau Bleeding Toad; Adalah katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui.  
          TUMBUHAN DAN HEWAN LANGKA DI INDONESIA

          Tumbuhan dan hewan langka Indonesia ini bisa dibilang remark atas dua artikel sebelumnya tentang daftar hewan langka Indonesia dan daftar tumbuhan langka di Indonesia. Isinya merupakan penggabungan kedua artikel tersebut menjadi sebuah artikel yang harapannya lebih simple dalam menjabarkan jenis-jenis tumbuhan dan hewan langka yang terdapat di Indonesia.

          Daftar Tumbuhan Langka di Indonesia 

          Daftar tumbuhan langka dan terancam punah di Indonesia sangat panjang. Daftar ini juga banyak berisikan spesies-spesies tumbuhan yang berkerabat dekat (satu genus) yang penyebutan dalam bahasa Indonesia sering kali tumpang tindih antara satu jenis dengan jenis lainnya. Sehingga untuk mempermudah penyajian dan pemahaman daftar ini bagi kalangan awam akan dilakukan beberapa generalisasi. 

          Tumbuhan-tumbuhan yang tergolong langka dan terancam punah (terutama di alam liar) adalah sebagai berikut:
          1. Mangga Kasturi (Mangifera casturi); Tumbuhan yang menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Selatan ini dinyatakan telah punah in situ (Extinct in the Wild) oleh IUCN Redlist
          2. Dipterocarpus spp.; Merupakan berbagai jenis tumbuhan yang kerap disebut keruing, pelalar, dan meranti. Belasan spesies dari genus Dipterocarpus ini berstatuskan Critically Endangered (Kritis), seperti: Meranti Jawa (D. littoralis, endemik Nusakambangan, Jawa Tengah); Keruing Arong (D. applanatus, endemik Kalimantan); Meranti (D. fusiformis, endemik Kalimantan), dll. 
          Meranti Putih atau Shorea resinosa

          Meranti Putih atau Shorea resinosa
          (gambar:http://www.arkive.org)

          3. Shorea spp.; Seperti Dipterocarpus, tumbuhan ini kerap dinamai keruing, meranti, dan balau. Sedikitnya 30-an spesies ini berstatuskan Critically Endangered (Kritis), seperti: Meranti Putih (S. resinosa, Sumatera dan Malaysia); Tengkawang (S. singkawang); Balau Merah (S. kunstleri); Meranti Maluku (S. selanica, endemik Maluku), dll.
          Nepenthes clipeata 
          Nepenthes clipeata   
          4. Kantong Semar (Nepenthes spp.); Sedikitnya 4 spesies kantong semar yaitu:Nepenthes aristolochioides, N. dubia, N. lavicola (Sumatera), dan Nepenthes clipeata(Kalimantan) berstatuskan Critically Endangered (Kritis).
          Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica) 
          Pohon Kapur (Dryoballanops aromatica)  
          5. Kapur (Dryobalanops aromatica); Tumbuhan asli Indonesia (Sumatera, Kalimantan) dan Malaysia ini berstatus Critically Endangered (Kritis). 
          6. Kawoli (Alloxylon brachycarpum). Sejenis tanaman hias, tumbuh di Indonesia (Papua, Maluku) dan Papua New Guinea. Status Endangered (Terancam Punah).
          7. Bintangur (Calophyllum insularum). Sejenis Kosambi atau Nyamplung 
          (Calophyllum inophyllum) Endemik Papua. Status Endangered (Terancam Punah).
          8. Kokoleceran atau Resak Banten (Vatica bantamensis). Endemik Ujung Kulon, Banten. Status Endangered (Terancam Punah). 
          9. Nyatoh (Manilkara kanosiensi); Indonesia (Maluku) dan Papua New Guinea. Status Endangered (Terancam Punah). 
          10. Canarium kipella. Sejenis Kacang Kenari endemik Jawa Barat. Status Endangered (Terancam Punah). 
          11. Maple Silkwood (Flindersia pimenteliana). Indonesia (Papua), Australia, dan Papua New Guinea. Status Endangered (Terancam Punah). 
          12. Nothofagus womersleyi; endemik Papua. Status Endangered (Terancam Punah). 
          ~

          PUISI PUISI TENTANG LINGKUNGAN
          AKU BERADA KEMBALI

          Aku berada kembali
          Banyak yang asing
          air mengalir tukar warna, kapal kapal, elang elang
          serta mega yang tersandar pada khatuistiwa lain
            rasa laut telah berubah dan kupunya wajah
          juga disinari materi lain
          Hanya
           Kelengangan tinggal tetap saja
           Lebih lengang aku di kelok - kelok jalan
          Lebih lengang pula ketika berada antara
          yang mengharap dan yang melepas
          Telinga kiri masih berpaling
          ditarik gelisah yang sebentar-sebentar
          seterang
          guruh
          1949
          Karya:Chairil Anwar 


          ~
          SUNGAI MENANGIS
          Karya : Yudhistira ANM Massardi
            Sungai menangis di celah batu
            Gemericik kehilangan lagu
            Aku terperangkap di pusar arus
            Mata air pun membisu
            Aku berenang
            Aku berenang dan lelap tenggelam
            (Tangan yang basa menyeretku ke hulu
            Di sana segala duka membeku)
            “Kami tak lagi terbendung
            Telah Kau dengan tangis anak-anak kami
            Di hilir....”
            Suara itu dari sumber sangat dalam
            Aku terpaku
            __ Air pun cepat pasang
            Anak-anak sungai yang lapar
            Menelan segala
            Menelan segala
            ~

            HUJAN,JALAK,DAN POHON JAMBU
            Karya : Sapardi Djoko Damono
                Hujan turun semalaman. Paginya 
                  Jalak berkicau dan daun jambu bersemi:
                    Mereka tak mengenal gurindam
                    Dan peribahasa, tapi menghayati
                    Adat kita yang purba,

            Tahu kapan harus berbuat sesuatu
            Agar kita, manusia, merasa bahagia. Mereka
            Tidak pernah bisa menguraikan
            Hakikat kata-kata mutiara, tapi tahu kapan harus berbuat
            Sesuatu, agar kita
            Merasa tidak sepenuhnya sia-sia.